Minggu, 06 Juli 2008

Persib Gagal Mendapatkan Chipeta

Philimon Chipeta benar-benar membuat Persib gigit jari. Striker asal Zambia tersebut, hingga Minggu (6/7), tidak menunjukkan batang hidungnya di tim Maung Bandung. Artinya Persib batal mendapatkan Chipeta yang sudah mendapatkan uang panjar dari manajemen tim Maung Bandung.

"Karena tidak datang sesuai batas waktu yang ditentukan (hari Minggu kemarin, Red). Persib bisa dikatakan batal mendapatkan Chipeta walaupun kami masih mengharapkan dia datang," kata Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar, Minggu (6/7).

Kepada Tribun Umuh mengakui, pihaknya masih berusaha terus melakukan kontak dengan pemain yang konon tercatat sebagai bomber tangguh di Liga Malayasia tersebut. Menurut Umuh, Chipeta masih menyebut kesulitan mendapatkan surat keluar dari klubnya di Malayasia, menjadi alasan utama dia tidak hadir di Persib. "Alasannya selalu seperti itu. Jadi kita tidak bisa terus menunggu," tegas Umuh.

Namun Umuh menyatakan, pihaknya akan terus meminta pertanggungjawaban dari Chipeta, terutama soal uang panjar yang sudah dikantongi pemain berkulit keling tersebut. "Agen Chipeta berjanji akan bertemu dengan pihak Persib," ungkap Umuh.

Bila Chipeta benar-benar tidak hadir di Bandung, Persib akan mengandalkan empat pemain asing di Liga Super 2008. Keempat pemain impor yang dimiliki Persib tahun ini adalah Nyeck Nyobe George, Lorenzo Cabanas, Hilton Moreira, dan Jafier Alves Bastos. Dari keempat pemain asing yang ada, Bastos menjadi pemain yang benar-benar murni seorang pemain depan. Celakanya Bastos belum menunjukkan kemampuannya sebagai bomber.

Pada turnamen HUT ke81 Persebaya dan pertandingan uji coba melawan Persikabo, Rabu (2/7), Bastos gagal menyumbang gol untuk Persib. Bersama Bastos, Airlangga dan Zaenal Arief tercatat sebagai striker Persib Liga Super. [Deni Ahmad Fajar]

Source: http://tribunjabar.co.id

Redouane Barkaoui Kandidat Pengganti?

SETELAH mengambil keputusan membatalkan kontrak Chilemon Chipeta, kini manajemen bergerak cepat mencari striker penggantinya. Lalu siapa pemain yang akan direkrut Persib? Ridouane Barkaouikah?

Ketika "GM" mengonfirmasikan hal ini kepada Asisten Manajer Persib, H. Umuh Muhtar, Minggu (7/7), ia belum bisa memastikan.

"Untuk masalah Barkaoui, kita belum bisa memastikannya. Namun rencananya Barkaoui akan datang ke Bandung pekan ini," jelasnya.

Meski Barkaoui pernah merumput dua musim bersama Persib, namun ia belum bisa memastikan Persib akan kembali merekrutnya. Untuk masalah tersebut, semua diserahkan pada pelatih.

"Jadi tidaknya Barkaoui direkrut Persib untuk Liga Super, semuanya bergantung keputusan pelatih," tegasnya.

Nama Barkoui kembali santer disebut-sebut sebagai kandidat untuk menempati sisa pemain asing di Persib. Hal itu menyusul sikap tegas manajemen Persib yang resmi membatalkan niat mengontrak Chipeta untuk merumput bersama Persib di Liga Super Indonesia 2008.

Source: http://www.klik-galamedia.com/

Siswanto Terdepan Arief Paling Bontot

Sepekan sebelum Liga Super bergulir, para pemain Persib kembali dites fisik. Hasil tes fisik yang digelar di Stadion Siliwangi, Sabtu (5/7) pagi, menempatkan gelandang lincah Siswanto memiliki kondisi fisik paling oke.

Sebaliknya striker flamboyan Zaenal Arief berada di posisi paling bontot pada tes fisik dengan berlari mengitari lapangan selama 15 menit tersebut. Dalam waktu 15 menit "Javier Siswanto Saviola" mampu berlari sembilan setengah putaran, sedangkan Arief hanya tujuh setengah putaran.

Tes fisik dengan berlari selama 15 menit ini dibagi dua kelompok. Siswanto dan Arief berada pada kelompok pertama. Di kelompok kedua, Lorenzo Cabanas yang mampu berlari sembilan putaran menempati posisi terdepan. Di kelompok kedua ini, Airlangga bernasib seperti Arief karena finih di urutan terakhir setelah berlari tujuh setengah putaran.

Menurut Pelatih Fisik Tim Persib Entang Hermanu, kondisi fisik para pemain justru mengalami peningkatan. Entang menjamin dengan kondisi seperti ini, para pemain siap menghadapi ganasnya kompetisi Liga Super.
"Saya kira mereka sudah siap menghadapi Liga Super," tandas Entang.

Menurut Entang, dua pemain dengan kondisi fisik terbaik, Siswanto dan Cabanas, jika dihitung VO2Max-nya bisa mencapai nilai 52 hingga 53. Angka ini cukup memenuhi syarat untuk menjelajahi ganasnya Liga Super. "Saya kira mereka bagus, terutama Cabanas peningkatannya cukup pesat," puji Entang sambil mengatakan, latihan kemarin adalah latiha pamungkas tim Persib Liga Super.
Namun seperti dikatakan Entang, bukan berarti pemeliharaan fisik pemain harus berhenti ketika kompetisi bergulir. "Selama berlangsung kompetisi, kita lakukan pemeliharaan fisik, ya kondisioning lah," ujarnya.

Tes fisik kemarin tidak diikuti seluruh pemain. Empat pemain, Nova Arianto, Hariono, Maman Abdurahman, dan Nyeck Nyobe George, berangkat ke Jakarta untuk memperkuat tim bintang lokal Liga Indonesia melawan pemain asing yang rencananya digelar di Gelora Bung Karno, Minggu (6/7) ini.

Sementara Eka Ramdani dan Gilang Angga, absen pada tes fisik kemarin karena sakit. Ada pun Rafael Alves Bastos kemarin juga absen karena pemain asal Brasil ini tengah mengikuti tes fisik dibawah pengawasan Badan Liga Indonesia di Jakarta. [ichsan]

Source: http://tribunjabar.co.id/

Persib Akhirnya Ultimatum Chipeta

Kabar Philimen Chipeta masih simpang siur hingga detik ini. Pemain impor asal Zambia ini bahkan kemungkinan besar bakal batal membela Persib Liga Super. Pasalnya manajemen Persib mengultimatum akan menutup pintu bagi striker yang merumput di Malaysia tersebut.

"Hari Minggu besok menjadi kesempatan terakhir bagi Chipeta. Bila Minggu besok datang, dia akan masuk Persib. Bila tidak, kami akan melupakan dia," tutur Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar, Jumat (4/7).

Umuh menegaskan, bila Chipeta benar-benar tidak menampakkan batang hidungnya di Bandung, pemain dan agen pemain berkulit legam ini harus mengembalikan uang panjar yang sudah diberikan manajemen Persib.

"Kami akan meminta kembali uang yang sudah diberikan kepada Chipeta. Bila tidak, kami akan kejar dia walau harus terbang ke Malaysia. Namun paling tidak, agen Chipeta sudah menyatakan kesiapannya datang ke Bandung," ujar Umuh.

Bila Chipeta akhirnya batal direkrut, Umuh menerangkan, Persib kemungkinan akan memburu bomber impor lainnya. Namun bila waktunya tidak memungkinkan, seperti dikatakan Umuh, Jaya Hartono dkk terpaksa memaksimalkan pemain-pemain yang sudah ada.

Namun yang menarik, Umuh menyebut Redouane Barkawi sebagai pemain yang paling berpeluang mengisi tempat yang sudah disediakan untuk Chipeta. Barkawi hinga saat ini, kata Umuh, masih tetap memendam keinginan untuk kembali ke Persib.

"Bukan tidak mungkin Barkawi kembali ke Persib. Bila semua mendukung, kami akan berusaha mendatangkan Barkawi ke Persib Liga Super," ucap Umuh serius.

Source: http://tribunjabar.co.id

Kamis, 03 Juli 2008

Jadwal Pertandingan Berubah

Kompetisi Liga Super belum digelar, namun Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mengumumkan ada beberapa pertandingan yang jadwalnya berubah. Persib Bandung termasuk yang kena getah dari perubahan jadwal tersebut.

Tarung kandang Persib melawan Persija Jakarta, termasuk yang jadwalnya berubah. Pertandingan melawan tim musuh bebuyutan ini, awalnya dijadwalkan digelar pada 21 Juli berubah jadi tanggal 20 Juli. "Kami telah menerima kabar pemberitahuan tersebut dari BLI. Namun tidak ada alasan kenapa perubahan jadwal dilakukan," kata Sekretaris Eksekutif Persib Edi Djukardi, Kamis (3/7).

Selain melawan Persija, jadwal pertandingan tandang melawan Persipura Jayapura juga berubah. Jadwal pertandingan ini, kata Edi, berubah dari tanggal 26 Juli jadi tanggal 25 Juli. "Perubahan ini jelas merugikan Persib. Misalnya dari segi persiapan dan biaya. Karena kalau melawan Persipura dimajukan, kita harus lebih lama di Jayapura. Untuk itu kami juga meminta perubahan jadwal melawan Persiwa Wamena, agar kita tidak terlalu lama di Jayapura," papar Edi.

Edi berharap BLI bisa memenuhi permintaan Persib, soal jadwal pertandingan yang berubah. "Idealnya BLI juga memperhatikan kondisi klub. Bayangkan kalau misalnya kita terlalu lama di Jayapura, kita pasti punya waktu singkat untuk menggelar pertandingan selanjutnya di kandang," kata Edi memberi alasan.

source: http://tribunjabar.co.id

Laga Persib Pindah ke Si Jalak Harupat, Saat Lawan Persija, Persik, dan Arema

Tiga pertandingan kandang Persib Bandung di awal Liga Super Indonesia (LSI) 2008 terancam dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung. Kemungkinan tersebut terjadi karena jadwal ketiga pertandingan tersebut berbarengan dengan sejumlah agenda Pilwalkot Bandung 2008. Ketiga pertandingan kandang tersebut ketika menjamu Persija Jakarta (20/7), Persik Kediri (5/8), dan Arema Malang (11/8).

"Kita masih terus berkoordinasi dengan pihak keamanan. Selain itu, kita juga sudah mengirimkan surat ke BLI (Badan Liga Indonesia, red) untuk memindahkan ketiga pertandingan kandang Persib itu ke Stadion Si Jalak Harupat Soreang," kata Sekretaris Tim Persiapan Persib ke LSI 2008, Edi Djukardi di kantor klub Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (3/7).

Dikatakan Edi, surat permohonan yang dilayangkan ke BLI itu sebagai bentuk antisipasi jika pihak keamanan tidak mengeluarkan izin pertandingan kandang Persib, karena bertepatan dengan agenda pilkada. Ia mengatakan, masa kampanye Pilwalkot Bandung 2008, rencananya dilaksanakan tanggal 23 Juni hingga 6 Agustus. Sedangkan hari pencoblosan jatuh pada 10 Agustus 2008.

Jadwal berubah

Selain surat permohonan pemindahan tempat tiga pertandingan kandang ke Stadion Si Jalak Harupat, pada saat bersamaan Persib juga mengirimkan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan tandang melawan Persiwa Wamena dimajukan sehari, dari tanggal 1 Agustus menjadi 30 Juli 2008.

"Setelah menghadapi Persipura, Persib terlalu lama menunggu pertandingan berikutnya melawan Persiwa, yaitu hampir satu minggu. Sedangkan setelah melawan Persiwa, kita hanya punya waktu empat hari sebelum menjamu Persik di Bandung," ujar Edi.

Dikatakan Edi, masa tunggu Persib di antara kedua pertandingan di Papua itu dipastikan bertambah sehari, karena BLI ternyata memajukan pertandingan Persipura melawan Persib menjadi tanggal 26 Juli 2008.

"Hari ini (kemarin, red), kita sudah menerima perubahan jadwal dari BLI itu. Selain pertandingan tandang melawan Persipura, pertandingan kandang Persib melawan Persija yang awalnya dijadwalkan tanggal 21 Juli dimajukan sehari menjadi tanggal 20 Juli," kata Edi.

Source: http://www.klik-galamedia.com/

Rabu, 02 Juli 2008

Pada Pertandingan ”Launching” LSI 2008, Nova dan Nyeck Jadi Musuh

Dua pemain belakang Persib Bandung, Nova Arianto dan Nyeck Nyobe Georges Clement terpaksa menjadi musuh pada pertandingan launching Liga Super Indonesia (LSI) 2008 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 6 Juli mendatang. Nova dan Nyeck dipanggil Badan Liga Indonesia (BLI) untuk memperkuat tim bintang lokal dan bintang asing yang bakal dipertemukan dalam pertandingan tersebut.

Surat pemanggilan resmi terhadap kedua pemain sudah diterima Sekretaris Tim Persib, Yudiana, Rabu (2/7). "Surat pemanggilan sudah kita terima. Soal kapan keberangkatan mereka ke Jakarta, saya akan laporkan dulu kepada manajer," kata Yudiana di Sekretariat Persib, Jln. Gurame Bandung, Rabu (2/7).

Dalam surat pemanggilan yang dilayangkan BLI ini disebutkan, Nova akan bergabung dalam tim bernama Super Eleven yang ditangani pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.

Nova dipanggil bersama 19 pemain lokal lainnya. Dari 20 nama yang dipanggil, Sriwijaya FC merupakan tim terbanyak yang pemain lokalnya dipanggil, yaitu lima orang. Mereka adalah penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, Christian Warobay, Wijay, dan Benben Berlian. Sedangkan Persija Jakarta dan Persik Kediri masing-masing diwakili lima pemain.

Seperti halnya bintang lokal, Nyeck juga akan bergabung dengan 19 pemain asing lainnya, kecuali penjaga gawang Arema Malang, M. Yasir dalam tim bernama Fantastic Eleven. Dari jajaran bintang asing ini, Persija, Persik, dan Persipura masing-masing diwakili tiga pemain impornya.

Dalam surat yang ditandatangani direkturnya, Andi Darussalam Tabusala, BLI meminta seluruh pemain yang dipanggil, baik asing maupun lokal sudah bergabung pada Jumat (4/7) di Hotel Sultan Jakarta.

Workshop pelatih

Selain para pemain lokal dan asing, BLI juga mengundang seluruh pelatih kepala klub peserta LSI 2008 untuk menghadiri "Workshop Pelatih Kepala Klub Peserta LSI 2008" di Hotel Sultan Jakarta, 4-6 Juli mendatang. Dalam surat undangannya dikatakan, tujuan BLI mengadakan workshop ini untuk peningkatan kualitas kompetisi, khususnya pelatih kepala.

Source: http://www.klik-galamedia.com/

Persib Dipermalukan Persikabo 0-2

Tim kebanggaan warga Kota Kembang, Persib Bandung kembali telan kekalahan 0-2 saat menjamu tim Divisi Utama Persikabo Kab. Bogor, pada pertandingan uji coba di Stadion Siliwangi, Rabu (2/7) malam. Atas hasil memalukan itu, pelatih Jaya Hartono langsung menyatakan permintaan maafnya kepada publik sepak bola Bandung.

"Saya minta maaf kepada seluruh penonton dan bobotoh atas kekalahan ini. Kami berjanji kekalahan seperti ini tidak akan terjadi di kompetisi," katanya, usai pertandingan kemarin.

Dalam pertandingan uji coba terakhir Persib itu, dua gol kemenangan Persikabo yang menjebol gawang Tema Mursadat dicetak Mauro menit ke-13 dan tandukan Agung Widodo, lima menit berselang.

Kepada wartawan, Jaya membantah kalau kekalahan yang dialami Persib ini disebabkan kesalahan dalam menurunkan formasi awal timnya. Indikasi itu didapat ketika Jaya melakukan pergantian cepat pada babak pertama. Ketika pertandingan baru berjalan 22 menit, Atep langsung ditarik keluar lapangan digantikan Salim Alaydrus dan 14 menit kemudian, giliran Nyeck Nyobe Georges Clement digantikan Waluyo.

"Saya kira tidak begitu. Dua gol yang terjadi secara cepat ke gawang kita disebabkan pemain terjebak dalam strategi counter attack (serangan balik) Persikabo. Ketika ada serangan balik, pemain kita tidak siap," kata mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini.

Cambuk

Meski kecewa dengan hasil pertandingan dan menyebut ada beberapa kesalahan yang dilakukan, namun Jaya tidak mau menyalahkan para pemainnya. Kepada para pemainnya, ia juga meminta untuk tidak saling menyalahkan.

"Ini pelajaran besar buat Persib menjelang kompetisi. Saya tidak mau menyalahkan siapa pun, termasuk pemain. Saya melihat, kekalahan ini merupakan cambuk untuk bangkit di kompetisi nanti," katanya. Pernyataan ini juga disampaikan langsung Jaya kepada para pemain di ruang ganti.

"Kenapa semua orang khawatir dengan kekalahan ini. Saya kira jangan terlalu khawatir dengan kekalahan di pertandingan persahabatan ini. Di Piala Eropa saja, ada tim yang kalah terlebih dahulu kemudian bisa bangkit," timpal Asisten Pelatih Persib, Yusuf Bachtiar.

Hal yang sama juga dilontarkan Manajer Persib, H. Jaja Soetardja. Ia mengatakan, dalam pertandingan ini Persib sebenarnya bermain cukup baik. Hanya saja, katanya, dewi fortuna tidak berpihak pada Persib. "Anda lihat sendiri, banyak peluang yang kita dapatkan, termasuk tendangan (Rafael) Bastos yang membentur mistar dan masih bisa diantisipasi kiper lawan. Tapi, inilah sepak bola. Kekalahan tidak harus membuat kita surut ke belakang. Justru harus menjadi cambuk dan pelecut bagi seluruh pemain untuk bangkit di kompetisi sesungguhnya," kata Jaya.

Dari kubu Persikabo, pelatih Suimin Diharja, terlihat tidak bisa menyembunyikan kegembiraan atas penampilan cemerlang para pemainnya. Kendati demikian, ia tetap mengingatkan pasukannya untuk tidak besar kepala. "Kemenangan atas Persib ini justru membuat saya khawatir. Saya takut, kemenangan ini akan menjadi bumerang buat kita sendiri," kata pelatih yang akrab disapa Abang ini.

Tema dan Nyeck Dalam pertandingan ini, Jaya menurunkan formasi awal Tema Mursadat (kiper), Nova Arianto, Nyeck Nyobe Georges Clement, Gilang Angga Kusuma (belakang), Suwita Pata, Hariono, Lorenzo Cabanas, Atep (tengah), Rafael Bastos, dan Hilton Moriera (depan).

Di awal pertandingan, formasi ini sempat menjanjikan, ketika dalam waktu enam menit Hilton dan Bastos melakukan gebrakan, meski gagal membuahkan hasil.

Namun setelah itu, pertahanan Persib mulai tertekan. Pada menit 13, berawal dari sebuah serangan balik dari sektor kiri pertahanan Persib, gawang Tema akhirnya kebobolan oleh tandukan Mauro yang lolos dari jebakan off-side. Tema nyaris tak bereaksi ketika tandukan Mauro melengkung melewati kepalanya.

Hanya berselang lima menit, Stadion Siliwangi kembali riuh. Bukan oleh gol balasan Persib, melainkan gol tambahan keunggulan Persikabo yang dicetak Agung Widodo. Berawal dari sebuah tendangan penjuru, Agung berhasil memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persib dengan tandukannya yang melesat ke gawang Tema.

Tertinggal 0-2, Jaya langsung melakukan pergantian pemain. Cuma berselang empat menit, ia langsung menarik Atep untuk digantikan Salim. Beberapa saat kemudian, Nyeck juga ditarik digantikan Waluyo. Pada awal babak kedua, Tema juga diganti oleh Cecep Supriatna.

"Dalam dua pertandingan uji coba terakhir, termasuk ketika di Surabaya, Nyeck memang tampil kurang bagus. Mungkin ia punya masalah dengan main malam, saya tidak tahu," kata Jaya.

Source: http://www.klik-galamedia.com/

Senin, 30 Juni 2008

Formasi Inti Sudah Dikantongi Jaya

Pelatih Persib Jaya Hartono, sangat mungkin menurunkan komposisi tim yang berbeda dengan komposisi tim Persib di pertandingan-pertandungan sebelumny. Namun Jaya menegaskan, pihaknya suda mengantongi formasi atau komposisi tim inti Persib untuk tampil di Liga Super.

"Melawan Persikabo nanti, sangat mungkin Persib akan main dengan formasi tim yang berbeda. Ini saya lakukan untuk melihat kemampuan dan kelebihan setiap pemain," ungkap Jaya kepada Tribun seusai memimpin tim Persib berlatih di Stadion Persib, Senin (30/6).

Tentang formasi tim inti Persib, Jaya mengisyaratkan akan terlihat pada pertandingan Liga Super. "Soal komposisi atau formasi tim inti Persib, tidak pantas untuk diungkap ke umum," kata Jaya.

Walaupun sudah mengantongi pemain-pemain yang masuk starting eleven Persib, kata Jaya, bukan berarti pemain-pemain yang lain tertutup peluangnya untuk jadi pemain inti Persib.

"Semua pemain punya kemampuan dan kualitas, termasuk pemain-pemain muda seperti Wildansyah. Kalau sekarang mereka duduk di bangku cadangan, hanya soal kesempatan. Tapi intinya semua pemain punya peluang sama," urai Jaya.

Namun seperti dijelaskan Jaya, ada beberapa kriteria dan catatan yang harus dipenuhi pemain untuk bisa masuk line up inti Persib Liga Super. "Soal ini juga tidak perlu dijelaskan secara rinci. Tapi kami mencatat dan menilai semuanya, termasuk sikap dan semangat pemain dalam menjalani latihan. Jangan kira, kami hanya menjalani latihan tanpa dibarengi target tertentu," papar Jaya seakan memperingatkan semua pemain asuhannya.

Source: http://tribunjabar.co.id/

Chipeta Masih Terus Ditunggu, Lawan Persikabo Uji Coba Terakhir Persib

Dua belas hari menjelang laga perdana Persib di Liga Super Indonesia (LSI) pada 13 Juli nanti, Phillimon Chipeta belum juga bergabung berlatih bersama "Pangeran Biru". Meski sudah didaftarkan ke Badan Liga Indonesia (BLI), hingga kemarin sore, Chipeta belum juga muncul di Stadion Persib Jln. A. Yani Bandung.

Jadwal kedatangan Chipeta yang terus diundur ternyata tidak membuat manajemen Persib pesimistis. Manajer Persib Jaja Soetardja tidak merasa tertipu dengan agen Chipeta. "Selama alasan yang dikemukakan bisa diterima, kami masih akan menunggu," katanya saat ditemui di Stadion Persib seusai mendampingi Persib berlatih, Senin (30/6).

Meski hingga saat ini Chipeta belum juga hadir, Jaja tetap optimistis pemain asal Zambia itu bisa bergabung dengan Persib secepatnya. "Sebenarnya Chipeta sendiri sudah ingin segera datang, tapi karena suratnya dari Perlis belum keluar, jadi ya belum bisa datang," katanya.

Meski belum bisa dipastikan kapan Chipeta akan hadir, namanya sudah didaftarkan ke BLI. "Tapi tetap harus melengkapi persyaratannya, seperti kitas, surat keluar dari Perlis, dan ITC itu," ujarnya.

Jaja pun tidak khawatir jika kedatangan Chipeta sesaat sebelum LSI digelar. Kekhawatiran terganggunya komunikasi antarpemain di lapangan dengan kedatangan Chipeta, juga tidak dirisaukan Jaja. "Itu tinggal diserahkan saja kepada pelatih untuk memolesnya," tuturnya.

Pelatih Persib Jaya Hartono tidak khawatir jika Chipeta belum juga memperkuat Persib. Menurut dia, dengan komposisi pemain yang ada saat ini, Persib tidak akan terlalu bergantung pada kedatangan pemain asing baru itu. "Kalau tidak ada dia, masih ada yang lain," katanya.

Mencegah kelelahan

Sementara itu, pertandingan uji coba melawan Persikabo Kabupaten Bogor, Rabu (2/7) nanti dirasa Jaya Hartono sudah cukup untuk mempersiapkan Persib memasuki LSI. Menurut Jaya, uji coba lawan Persikabo ini merupakan yang terakhir, jika dijadwalkan lagi ada uji coba dikhawatirkan akan menimbulkan kelelahan bagi para pemain Persib sebelum berlaga di LSI. "Jangan sampai grafiknya menurun saat memasuki liga karena kelelahan di uji coba," tuturnya.

Seringnya pertandingan uji coba dapat meningkatkan risiko pemain cedera sebelum liga dimulai. Saat ini saja sudah ada dua pemain Persib yang kondisinya belum pulih benar. Penjaga gawang Edi Kurnia yang cedera saat berlatih tempo hari, hingga sesi latihan kemarin masih belum bisa berlatih penuh.

Selain Edi, gelandang Persib Eka Ramdani juga belum bisa bergabung dengan Persib. Eka masih dalam masa pemulihan setelah terserang tifus. Ia dipastikan tidak akan memperkuat Persib menghadapi Persikabo. "Saat ini kondisinya sudah 80%. Dia harus pulih dulu, pada waktunya liga nanti supaya bisa bermain kembali," kata Jaja.

Daftarkan pemain

Menjelang dimulainya pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2008 pada 12 Juli mendatang, Persib mendaftarkan 25 pemainnya, termasuk dua pemain asing barunya Rafael Alves Bastos dan Philemon Chipeta, ke Badan Liga Indonesia (BLI).

Senin (30/6), Sekretaris tim "Pangeran Biru" Yudhiana, datang ke BLI untuk menyerahkan berkas-berkas pemain kepada Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono. Menurut Yudi, meskipun hingga saat ini Chipeta belum bergabung latihan dengan Persib di Bandung, tetapi namanya sudah didaftarkan. "Urusan administrasi dan verifikasi dua pemain asing baru Persib ini sudah selesai. Tidak ada masalah sama sekali. Jadi, kami daftarkan sekalian," katanya.

Mengenai Nyeck Nyobe George Clement dan empat pemain Persib lainnya Hariono, Eka Ramdani, Nova Arianto, dan Maman Abdurahman yang saat ini berada di skuad timnas, yang akan dipanggil untuk memperkuat tim fantastic eleven dan super eleven pada partai pembuka pada launching LSI 2008, 6 Juli mendatang, Yudi mengaku tidak mengetahui kabar tersebut.

"Kami belum terima suratnya. Yang pasti, setidaknya pemanggilan ini tidak menganggu jadwal uji coba terakhir Persib melawan Persikabo Rabu (2/7) malam," ujarnya.

Sementara itu, menurut Joko, hingga kemarin sudah ada 12 tim yang mendaftarkan pemainnya. "Besok (1/7) merupakan batas akhir untuk pendaftaran pemain bagi tim yang akan memulai pertandingan 12 Juli. Selebihnya, untuk tim-tim yang tidak bermain 12 Juli bisa menyusul melakukan pendaftaran hingga 29 Juli," katanya.

Joko mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan verifikasi ulang. Alasannya, berkas-berkas pemain dari klub-klub yang melakukan pendaftaran baru masuk Jumat (27/6) lalu. Kemarin, selain Persib, PKT Bontang, Arema, dan Persija juga terlihat melakukan pendaftaran.

Source: http://www.pikiran-rakyat.com

Ticket of Persib Bandung Vs Persikabo (Friendly Match)

Persib Bandung akan melakukan pertandingan persahabatan terakhir menjelang digulirkannya Liga Super Indonesia 2008. Lawan yang akan dihadapi tim Maung Bandung adalah Persikabo Kabupaten Bogor. Pertandingan akan dilangsungkan di Stadion Siliwangi Bandung, Tanggal 2 Juli 2008 pada pukul 18.30 WIB.

Pertandingan tersebut merupakan pertandingan persahabatan resmi terakhir bagi Persib, karena Persib akan memulai pertandingan perdana LSI 2008 menghadapi Persela Lamongan pada tanggal 13 Juli 2008 di tempat yang sama.

Menurut panitia pelaksana pertandingan, tiket sudah dapat dipesan di sekretariat Persib Jalan Gurame Bandung.


Ticket Prices:

VIP 50.000 IDR
Side Area 25.000 IDR
East Area 10.000 IDR
North and South Area 7.500 IDR

Minggu, 29 Juni 2008

Lawan Persela 13 Juli, Eka Takkan Dipaksa Main

Penyakit tifus yang masih diderita Eka Ramdani membuat pelatih Jaya Haryono menginstruksikan agar bintang lapangan tengah Persib itu istirahat total.

Jaya takkan memaksakan Eka untuk tampil di laga perdana Persib melawan Persela Lamongan pada 13 Juli nanti jika penyakitnya belum sembuh benar.

"Kasihan dia kalau kita paksakan main," tandas Jaya, Jumat (27/6).

Jaya mengatakan, ia lebih memikirkan karier Eka daripada bersikap egoistis memaksanya membela Persib di laga perdana Liga Super. Terlebih tenaga pemain yang lincah ini juga masih dibutuhkan timnas Indonesia.

Menurut Jaya, jika dipaksakan main tapi kondisinya belum sembuh benar, penyakit yang diderita pemain bertubuh mungil itu bisa tambah parah. "Kalau orang menderita tifus terus dipaksa main bola, bisa-bisa dia kena liver," ujar Jaya.

Jaya menjelaskan, penyakit tifus bisa cepat sembuh jika penderitanya istirahat total. Eka sudah meninggalkan rumah sakit dan mendapat perawatan intensif di kediamannya.

Jaya mengatakan, meski bakal kehilangan Eka di laga perdana Liga Super, ia tak terlalu khawatir dengan kondisi tim secara keseluruhan. "Saya masih banyak memiliki stok pemain tengah, jadi saya kira ini bukan satu masalah besar," tutur pelatih berkumis tebal ini.

Edi Kurnia, yang Kamis lalu menderita cedera di bagian pinggang kirinya, masih dirawat di Mes Persib. Menurut dokter tim Persib, dr Ia Kurnia, Edkur (sapaan Edi Kurnia) didiagnosis menderita cedera contusio.

"Ada memar di otot panggulnya. Cara penyembuhannya dengan disinar menggunakan inframerah. Mudah-mudahan dalam waktu seminggu ini sudah sembuh seperti sediakala," terang Ia.

Pada latihan tim kemarin, Edkur memilih berbaring di kamar tidurnya. Menurut penuturan pelatih kiper, Anwar Sanusi, kondisi Edkur relatif stabil tapi masih terasa nyeri di bagian pinggang kirinya jika digerakkan. "Belum bisa bergerak cepat, mungkin harus istirahat dulu selama seminggu," ujar Anwar.

Source: http://tribunjabar.co.id

Tinggal Tunggu Surat dari Perlis, Kedatangan Chipeta Mundur Lagi

Kedatangan Philimon Chipeta di Kota Bandung tampaknya bakal molor lagi. Jika sebelumnya direncanakan tiba Sabtu (28/6) hari ini, sekarang bomber asal Zambia itu dijadwalkan tiba di Kota Kembang, Senin (30/6).

Menurut Wakil Manajer Persib, H Umuh Muhtar, kedatangan striker keling bertubuh jangkung itu tertunda karena masih harus menungggu keluarnya surat dari klub Perlis, Malaysia. Surat dari klub asalnya itu memuat keterangan bahwa yang bersangkutan sudah habis kontraknya dengan klub Perlis.

"Sekarang Chipeta hanya tinggal menunggu surat dari klub Perlis saja. Visanya sendiri sudah beres. Jadi begitu suratnya keluar, dia langsung ke Bandung. Ya, mudah-mudahan paling lambat hari Senin sudah sampai di Bandung," terang Umuh, Jumat (27/6).

Umuh mengatakan, bisa saja Chipeta langsung ke Bandung meskipun surat dari klub Perlis belum keluar. Namun pihak Persib sendiri ingin tertib administrasi, jadi lebih baik menunggu daripada di kemudian hari ada masalah.

Terkait Chipeta, pelatih Jaya Hartono menegaskan, pihak Persib memang tidak menyeleksi striker haus gol tersebut.

Hal ini karena permainan Chipeta dinilai sudah memenuhi persyaratan. "Saya sudah melihat aksi terbaru Chipeta melalui rekaman. Pemain bertipe eksekutor seperti itulah yang memang dibutuhkan Persib. Saya kira melihat aksinya melalui rekaman pun sudah cukup. Kita sudah bisa menilai dia itu pemain bagus," tutur Jaya.

Source: http://tribunjabar.co.id

Persib Bakal Ditantang Persikabo

Sebelum melakoni kompetisi Liga Super, Persib masih punya satu agenda pertandingan uji coba melawan Persikabo Kabupaten Bogor. Pertandingan melawan Persikabo ini dijadwalkan akan digelar di Stadion Siliwangi, Rabu (2/7) malam.

Seperti dikatakan Jaya Hartono, pilihan bertanding malam hari, karena pada saat yang sama akan dilakukan tes berbagai sarana di Stadion Siliwangi yang akan jadi home base tim Maung Bandung selama menjalani Liga Super. "Tentu pertandingan ini juga sebagai media untuk melihat kemampuan tim Persib," ucap Jaya kepada wartawan di mes Persib, Sabtu (28/6).

Jaya menambahkan, Persikabo dipilih karena tim ini punya kualitas yang tersendiri. Jaya juga berharap Persib akan bisa mengambil pelajaran dan manfaat tersendiri dari tarung uji coba melawan Persikabo. "Karena melawan Persikabo menjadi pertandingn uji coba terakhir Persib sebelum menjalani kompetisi Liga Super," tutur Jaya.

Arsitek Persib Liga Super ini juga memastikan, Persib tidak akan menjalani pertandingan di luar kota atau pemusatan latihan yang sebelumnya diagendakan akan digelar di daerah bersuhu panas. "Rencana itu dibatalkan. Jadi Persib hanya akan beruji coba satu kali lagi melawan Persikabo. Setelah itu berkonsentrasi ke Liga Super," tambah pelatih kelahiran Kota Medan ini.

Jaya mengatakan, ada banyak alasan kenapa rencana beberapa pertandingan uji coba atau menggelar pemusatan latihan di luar kota dibatalkan. Salah satu alasannya, jelas Jaya, waktunya yang mepet.

Tentang pertandingan melawan Persikabo, Rabu mendatang, Jaya setuju pertandingan ini akan menarik sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Persib. Jaya juga meramalkan, melawan Persikabo, akan menjadi pertandingan yang ditunggu bobotoh. "Tapi menurut saya, ini pertandingan biasa. Jangan terlalu dibesar-besarkan," pinta Jaya. [ ]

Source: http://tribunjabar.co.id

Bastos dan Chipeta Tetap Didaftarkan

Tim manajemen Persib Bandung akan mendaftarkan para pemain Persib Bandung yang akan berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) 2008 ke Badan Liga Indonesia (BLI). Jumlah pemain yang akan didaftarkan tersebut sebanyak 25 orang. Demikian diungkapkan Sekretaris Tim Persib Bandung, Yudiana saat dihubungi "GM" melalui telepon selulernya, Minggu (29/6).

Menurutnya, pendaftaran 25 pemain Persib Bandung ke BLI akan dilakukan hari ini, Senin (30/6). Rencananya, ia akan didampingi pembantu umum tim Persib, Pipin Kusmantara. "Ya, rencananya besok (hari ini, Minggu, 30/6, red), saya bersama dengan Pak Pipin akan mendaftarkan pemain ke BLI di Jakarta sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB," ujarnya.

Dari 25 pemain yang akan didaftarkan ke BLI tersebut, lanjutnya, terdapat nama Ravael Alves Bastos dan Chilemon Chipeta. Meski belum resmi dikontrak, namun nama Chilemon Chipeta tetap didaftarkan untuk berlaga di LSI nanti.

"Chipeta kita daftarkan dulu. Lolos atau tidaknya, kita belum tahu," ungkapnya. Dijelaskan Yudiana, lolos tidaknya Chipeta dan Bastos harus menunggu dulu verifikasi yang dilakukan BLI. "Mengenai lolos atau tidaknya Chipeta dan Bastos, kita menunggu hasil verifikasi dari BLI," katanya.

Sampai saat ini, lanjutnya, Persib Bandung belum mengetahui secara pasti kedatangan Chilemon Chipeta ke Bandung. Dalam hal ini, pihaknya masih menunggu informasi tentang kepastian kedatangan pemain yang memperkuat tim Perlis di Liga Super Malaysia itu. "Kita belum menerima kepastian kapan Chipeta akan datang ke Bandung," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, Chipeta sebenarnya ingin segera berlabuh di Bandung. Hanya saja, ia masih menunggu izin dari Manajer Tim Perlis.

"Chipeta masih menunggu izin dari Manajer Perlis. Tapi sebenarnya ia ingin segera datang ke sini," tambahnya.

Terkait dengan masalah international transfer certificate (ITC) Ravael Alves Bastos dan Chilemon Chipeta, pihaknya masih belum mengetahui perkembangannya. Karena, masalah ITC kedua pemain tersebut merupakan wewenang agennya masing-masing.

"Itu pengurusan ITC, merupakan masalah agen masing-masing. Kita belum mengetahui sampai mana pengurusan ITC kedua pemain tersebut," ujarnya.

Source: http://www.klik-galamedia.com/

Kamis, 26 Juni 2008

Kostum Resmi Persib di Liga Super 2008

Freddy Mudjiantono (tengah) selaku pemilik PT Vilour Promo Indonesia memperkenalkan dua kostum resmi Persib Liga Super 2008 warna biru dan putih di tokonya di Jalan Dipatiukur, Bandung, Jumat (23/5)

Keputusan Manajemen Persib Bandung untuk menggandeng Villour sebagai penyedia perlengkapan Persib selama mengarungi Liga Super 2008 sangat tepat. Vilour adalah produsen perlengkapan olaghraga lokal Bandung, walaupun lokal Bandung dan merupakan pendatang baru, Vilour sudah mampu bersaing dengan produsen perlengkapan olahraga dari luar negeri.

Kangge Bobotoh nu bade meser kaos asli nu sami persis sareng kaos nu di angge ku squad Persib Bandung, mangga pilari di Toko Vilour di Jalan Dipati Ukur No 76 A, Bandung, dan sejumlah counter yang menjual produk Vilour di Indonesia, harga sekitaran Rp. 275.000 per piece. (promosi mode on, sugan we dipasihan hiji ku Pak Freddy)

Ayo cintai produk dalam negeri! Ayo beli produk asli Bandung! :)

source : www.tribunjabar.co.id

Chipeta Bukan Kucing dalam Karung, Besok Tiba di Bandung

Kepastian merapatnya Philimon Chipeta, bomber asal Zambia yang dibidik Persib, mulai ada titik terang. Jika tak ada aral melintang, mantan striker klub Perlis, Malaysia, itu akan tiba di Bandung Sabtu (28/6) besok.

"Informasi yang baru saya peroleh paling lambat hari Sabtu ini, Chipeta sudah tiba di Bandung," ungkap Manajer Persib, Jaja Soetardja, Kamis (26/6).

Jaja mengungkapkan, kemarin Chipeta masih berada di Malaysia. Kendala dokumen keimigrasian yang selama ini membelit bomber keling bertubuh jangkung itu sudah teratasi. "Surat-suratnya sudah beres, jadi tunggu saja lah," ujar Jaja.

Jaja mengatakan, meski belum dikontrak secara resmi, Chipeta sudah diikat oleh Persib. Untuk mengikatnya, manajemen Persib telah memberikan uang panjar. Manajemen Persib berani melakukan hal itu karena kemampuan Chipeta dinilai sangat dibutuhkan untuk menggedor gawang lawan.

Perlakuan terhadap Chipeta ini agak berbeda dengan pemain asing lainnya yang harus diseleksi terlebih dulu untuk masuk tim Persib. Mengenai hal ini, Jaja mengatakan, sebenarnya sejak lama pengurus Persib secara diam-diam sudah mengamati aksi Chipeta dengan terbang langsung ke Malaysia.

Selain itu, dengan melihat aksinya yang direkam dengan compact disk, manajemen Persib merasa cukup yakin untuk merekrut Chipeta. Pengamatan terhadap Chipeta yang cukup panjang ini membuat manajemen Persib yakin dalam pilihannya ini.

"Orang luar banyak yang nggak tahu, kami sebenarnya sudah lama mengamati Chipeta. Bahkan salah seorang pengurus terbang langsung ke Malaysia melihat dari dekat aksi Chipeta. Jadi, kita tidak beli kucing dalam karung," tandas Jaja.

Pernyataan Jaja ini sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah kalangan yang mempertanyakan keberanian Persib merekrut Chipeta tanpa diseleksi terlebih dulu.

Merapatnya Chipeta juga membuat persaingan di lini depan Persib semakin ketat. Terlebih setelah manajemen Persib secara resmi merekrut Rafael Alves Bastos.

Source: http://tribunjabar.co.id

Profil Pelatih PERSIB

Name : Jaya Hartono
Born : Medan, 20 Oktober 1963

Career :
Bintang Selatan Medan, 1978
Bintang Utara Medan, 1979
PSMS Medan, 1982
Niac Mitra, 1984-1989
Petrokimia Putra, 1989-1991
BPD Jateng, 1991-1993
Assyabab Salim Grup, 1993-1996
PKT Bontang, 1997
Putra Samarinda, 1998
Persik Kediri, 2000

Achievement
Niac Mitra Galatama 1987 (Won), 1989 (runner-up)

National Team
PSSI Asian Games 1986 (semifinal)
PSSI SEA Games 1987 (Gold), 1989 (Bronze), 1993 (Bronze), 1995
PSSI World Cup Asian Qualification 1989, 1995
PSSI Kemerdekaan Cup 1986 (Won), 1987 (runner up), 1996 (runner up)
PSSI President Cup Seoul 1989, 1990
Merdeka Games 1988, 1990
PSSI King’s Cup 1986, 1987, 1988, 1990

As Coach
BAPOMI (1999)
Suryanaga (1999)
Persik Kediri (2000)
Arema Malang (2001, Coach Asst of Daniel Roekito)
Pelatih Persik Kediri (2001, Division I)
Persik Kediri (2003, Premiere Division)
Tim Nasional (2003, Coach Asst of Ivan Kolev)
Persik (2004, Technical Dir)
Persiba Balikpapan (2005)
Deltras Sidoarjo (2006-2008)
Persib Bandung

Achievement as a coach
BAPOMI 3th place (1999)
Surayanaga 2nd place (1999)
Persik Kediri 3th place of 2nd divison (2000)
Persik Kediri Won 1st Division (2001)
Persik Kediri Won Premiere League (2002-03)
Persik Kediri 3rd place in JVC Cup Vietnam (2003)
PSSI Asian cup Qualification (as asst coach) qualified to Asian Cup 2004

Tributes :
Best Coach from BOLA at 2003
Best Coach from SIWO PWI Jatim at 2003


source: persib.net

Rabu, 25 Juni 2008

Jadwal Liga Super Indonesia 2008

Persib Positif Gandeng Bastos

Manajemen dan pelatih Persib Bandung resmi menggandeng Rafael Alves Bastos untuk menjadi ujung tombak pasukan. Striker asal Brasil ini diterima di Persib setelah melewati serangkaian pengamatan dan penilaian.

Kepastian direkrutnya Bastos diungkapkan oleh manajer Persib Jaja Soetardja di Stadion Persib, Rabu (25/6) petang. "Setelah melihat permainan Bastos baik saat berlatih maupun bertanding di Surabaya, kami memutuskan Bastos bisa diterima," kata Jaja.

Bastos datang pertama kali di Bandung Kamis (22/6) lalu. Kemampuan Bastos kemudian diuji ketika memperkuat Persib dalam turnamen HUT Persebaya di Surabaya pekan lalu. Dalam tiga pertandingan di Surabaya, Bastos tidak berhasil menyumbang gol. Namun, menurut Jaja, itu bukan satu-satunya ukuran kualitas Bastos.

Pelatih Persib Jaya Hartono mengatakan, ketrampilan Bastos dalam bermain sepak bola cukup bagus. Dalam turnamen di Surabaya, Bastos memang tidak mencetak gol. Namun, menurut Jaya, Bastos mampu memberikan kontribusi pada beberapa gol yang dicetak pemain lain.

Bastos bertinggi badan 186 cm dengan berat 79 Kg. Sebelum terbang ke Indonesia, Bastos hanya bermain di klub-klub Brasil. Klub-klub yang pernah ia perkuat antara lain , Tubarao RS, Santos FC, Bangu EC, dan Olario EC.

"Bastos yang diminta tanggapannya justru merasa terkejut. Saya justru tahu dari wartawan. Manajemen belum memberi tahu saya," kata Bastos diterjemahkan oleh Hilton Moreira. Bastos yang baru pertama kali merumput di Indonesia memang belum bisa berbahasa Indonesia. Bahasa Inggrisnya pun patah-patah.

Diterimanya Bastos mengakhiri perburuan striker oleh Persib. Sebelum Bastos, Persib telah merekrut Lorenzo Cabanas (Chile), Nyeck Nyobe George Clement (Kamerun), dan Hilton Moreira (Brasil) . Ketiganya telah berlatih bersama pemain lainnya dan juga ikut dalam beberapa pertandingan uji coba. Sedangkan satu striker lainnya, Philimon Chipeta (Zambia) belum tiba di Bandung. Namun, manajemen dan pelatih langsung memastikan perekrutan Chipeta tanpa langsung melihat kemampuannya lebih dulu.

source: kompas.com

Stadion Siliwangi Sudah Siap

Stadion Siliwangi sudah siap jadi home base Persib di Liga Super Indonesia (LSI), walaupun stadion ini belum seratus persen rampung dibenahi. Ketua Pelaksana Pembenahan Stadion Siliwangi Mohamad "Wawang" Hermawan memberi garansi, sebelum Liga Super digelar, pembenahan Stadion Siliwangi dipastikan tuntas dikerjakan.

"Memang masih ada pengerjaan, tapi semuanya tinggal finishing. Jadi yang sudah tuntas dikerjakan sudah sembilan puluh lima persen," ungkap Wawang kepada Tribun, Rabu (25/6).

Wawang menyatakan, pihaknya sudah menyelesaikan pembenahan dan penambahan sarana-sarana vital yang diminta Badan Liga Indonesia (BLI). Dengan kata lain Wawang mengatakan, Stadion Siliwangi akan lolos verifikasi BLI.

"Kami bahkan menunggu kedatangan BLI untuk melakukan peninjauan ke Stadion Siliwangi," kata Wawang dengan nada serius.

Pembenahan dan penambahan sarana vital yang diminta BLI, terbukti sudah dituntaskan Wawang dkk. Ruang ganti pemain misalnya, kini sudah makin cantik dilengkapi air conditioning (AC), kamar mandi yang juga sudah ditambah beberapa sarana pelengkap seperti shower.

Lapangan Stadion Siliwangi juga terlihat sudad makin mulus, walaupun beberapa pekerja terlihat masih melakukan pembenahan terakhir. Lampu penerang di stadion ini juga ditambah baik jumlah dan dayanya.

"Kalau dulu lampu yang terpasang di setiap tower ada 15, kini setiap tower memiliki 25 lampu. Satu lampu berkekuatan 200 wat. Jadi sekali lagi semua persyaratan yang diminta BLI, kini sudah ada di Stadion Siliwangi," tutur Wawang yang juga telah menghadirkan bench pemain yang lebih nyaman.

Source: http://tribunjabar.co.id/
Picture: Tabloid Soccer

Selasa, 24 Juni 2008

Persib Masih Menunggu Chipeta

Philimon Chipeta yang disebut-sebut sudah diresmi milik Persib, hingga hari ini masih jadi tanda tanya, paling tidak perihal kedatangannya ke Persib. Asisten Pelatih Persib Yusuf Bachtiar mengaku, belum mendapat kata pasti kapan striker asal Zambia tersebut akan bergabung.

"Hingga hari ini (Selasa kemarin, Red) saya belum tahu kapan Chipeta akan datang. Secara pribadi saya akan gembira bila sudah dipastikan kapan dia datang," ucap Yusuf kepada Tribun, Selasa (24/6).

Disinggung soal status Chipeta di Persib, Yusuf juga tidak mau berkomentar banyak. Padahal ketika tim Maung Bandung mengikuti turnamen HUT ke-81 Persebaya, Chipeta disebut-sebut sudah resmi dikontrak Persib.

"Bahkan Chipeta sudah dimasukkan ke dalam line up Persib untuk berhadapan dengan Gresik United. Itu sebagai apresiasi bagus tim pelatih bagi Chipeta. Tapi kenyataannya Chipeta hingga hari ini (kemarin, Red) belum datang," tutur Yusuf yang mengaku belum mengetahui secara detail perihal Chipeta.

"Saya baru mengetahui kemampuan dia lewat rekaman pertandingan," tambah mantan gelandang Persib dan Timnas ini.

Bila Chipeta akhirnya benar-benar bergabung dengan Persib Liga Super, diharapkan Yusuf akan makin memperkokoh kekuatan Persib, terutama di lini depan. Yusuf menyebutkan, bergabungnya Chipeta, tidak akan sampai merusak komposisi tim Persib. Walaupun seperti diakui Yusuf, Persib sudah banyak dihuni pemain depan.

Disinggung soal pola 4-4-2 yang diterapkan Persib, Yusuf juga memastikan, hal tersebut tidak akan sampai merusak permainan dan kekuatan Persib. Disebutkan Yusuf, pola 4-4-2 tidak jauh beda dengan pola 3-5-2 yang dimainkan Persib.

"Pola tersebut sama-sama menempatkan dua striker di depan. Jadi tidak ada bedannya. Bila Chipeta datang, Persib tetap akan memasang dua striker. Tentunya jelas siapa yang jadi starter dan siapa yang jadi cadangan, pelatih kepala tentu sudah tahu siapa yang paling pas," papar Yusuf.

Yusuf berkeyakinan, sebagai pelatih kepala, Jaya Hartono sudah mengantongi kerangka tim inti Persib untuk Liga Super. Walaupun selama di Surabaya, kata Yusuf, Persib selalu tampil dengan komposisi tim yang berbeda.

Setelah istirahat dua hari, Persib kembali akan menjalani latihan rutin mulai Rabu sore ini. Latihan akan digelar di lapangan Persib Jalan Ahmad Yani.

Source: Tribun Jabar

Senin, 23 Juni 2008

Nasib Bastos dan Chipeta Diputuskan Usai Evaluasi


Nasib dua striker asing Ravael Alves Bastos (Brasil) dan Philemon Chipeta (Zambia), untuk bergabung dengan Persib Bandung akan diputuskan manajemen usai rapat evaluasi dengan tim pelatih, pasca keikutsertaan di Turnamen Persahabatan HUT ke-81 Persebaya, Rabu (25/6).

"Sekarang para pemain dan tim pelatih sedang menjalani libur latihan. Sehingga nasib Bastos dan Chipeta akan kita putuskan Rabu (25/6) dalam rapat evaluasi dengan tim pelatih. Jadi keduanya masih memiliki peluang untuk masuk tim Persib, tergantung pertemuan nanti," jelas Manajer Persib, H. Jaja Soetarja saat dikonfirmasi "GM" via telepon selulernya, Senin (23/6) malam.

Meski disebut-sebut paling berpeluang menjadi pemain terakhir skuad Persib, pada kesempatan tersebut Jaja mengklaim Chipeta belum secara resmi bergabung dengan pasukan Jaya Hartono itu.

"Kalau dikatakan resmi bergabung, sudah ada penandatanganan kontrak dengan kedua belah pihak. Sementara sampai malam ini 'kan belum ada. Tapi memang betul, Chipeta melalui agennya sudah mempelajari draf kontrak yang kita sodorkan. Jadi sebenarnya hanya tinggal menunggu waktutsaja," tambah Dirut PDAM Kota Bandung ini.

Peluang

Sementara itu, Asisten Pelatih Persib, Yusuf Bahtiar mengakui, sejauh ini pihaknya belum memutuskan nasib Bastos, meski dinilainya memenuhi kriteria sebagai salah satu syarat sebagai striker asing yang dibutuhkan Persib. Menurutnya, simulasi saat memperkuat Persib di Surabaya, telah menunjukkan kesiapan pemain asal Brasil itu untuk bergabung dengan tim pada musim depan.

"Dari skill individunya memang cukup lumayan, tapi untuk rekomendasi akhir silakan langsung ke head coach (Jaya Hartono) saja. Tapi kalau evaluasi sementara, Bastos sebenarnya hanya perlu adaptasi lebih lama untuk bisa memadukan dengan pemain lainnya," lanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya dari tiga penampilan Persib di turnamen Persahabatan HUT Kota Surabaya, Bastos tampil penuh. Walaupun gagal mencipatakan gol Bastos mampu tampil baik. Sementara Chipeta yang sebelumnya direncanakan juga akan dimainkan dalam turnamen tersebut gagal datang dengan alasan terhambat masalah visa.

Hingga saat ini Persib baru menontrak tiga pemain asing dari 5 kuota pemain asing yang ditetapkan Badan Liga Indonesia bagi peserta Liga Super. Ketiga tersebut masing-masing Hilton Moriera, Nyeck Nyobe Geoerge Clement dan Lorenzo Cabanas.

Sedangkan rencana penambahan pemain di posisi striker berdasarkan kebutuhan tim yan dinilai masih kurang. Persib baru memiliki dua striker lokal yaitu Zaenal Arief dan Airlangga Sucipto.

source: www.klik-galamedia.com

Persib Awali LSI Main di Kandang

Persib "Pangeran Biru" mengawali pertandingan di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009, dengan bermain di kandang sendiri menjamu Persela Lamongan, Minggu (13/7), dan Persija Jakarta, Minggu (20/7). Berikutnya, Persib akan tandang ke Persipura Jayapura, Sabtu (26/7), dan Persiwa Wamena, Jumat (1/8).

Demikian jadwal pertandingan LSI yang diumumkan secara resmi oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Joko Driyono di kantor BLI, Jakarta, Senin (23/6).

Joko mengatakan, untuk pembukaan LSI akan dilakukan Sabtu (12/7) yang dipusatkan di Stadion Jakabaring Palembang, antara juara Liga dan Copa Indonesia 2007-2008, Sriwijaya FC melawan Persipura. "Sebenarnya pada pertandingan pertama kompetisi, juga digelar pertandingan lainnya antara Pelita Jaya lawan Persiba, dan Persita lawan Arema. Tapi, pembukaan secara resmi kompetisi dilakukan di Palembang," ujarnya.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang menggunakan sistem kompetisi penuh, putaran pertama akan berakhir Senin (1/12). Kemudian putaran kedua mulai bergulir, Minggu (4/1), dan kompetisi akan berakhir, Minggu (24/4). Namun, jika ada pengunduran pertandingan, BLI telah menyiapkan akhir kompetisi hingga 31 Mei. Sedangkan selama bulan puasa, pertandingan akan tetap digelar mulai minggu kedua, Jumat (12/9). "Minggu pertama puasa tidak ada pertandingan, baru minggu kedua digelar pertandingan yang waktunya antara pukul 20.30 WIB atau 21.00 WIB," kata Joko.

Selama kompetisi pertandingan akan dilaksanakan Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin. Khusus untuk hari Senin, pertandingan akan dilaksanakan malam hari, pukul 19.00 WIB, sedangkan Jumat, Sabtu dan Minggu pertandingan dilakukan sore dan malam hari. "Ini menyangkut dengan siaran langsung oleh televisi. Rencananya dari 306 pertandingan, sekitar 150 sampai 170 pertadingan akan disiarkan secara langsung," ucap Joko.

Selama kompetisi ada masa istirahat karena ada beberapa kegiatan yaitu minggu pertama bulan Ramadan, 1-11 September, kemudian Idul Fitri dan Turnamen Merdeka Games, 28 September-20 Oktober. Turnamen Piala AFF dan akhir putaran pertama, 2 Desember-3 Januari. Berikutnya, ada turnamen Piala AFC 10-20 Maret.

source: http://www.pikiran-rakyat.com

Minggu, 22 Juni 2008

Persib Juara 3 HUT Persebaya

Persib Juara 3 HUT Persebaya

Persib Bandung berhasil menahan imbang tuan rumah Persebaya Surabaya, 1-1 (0-1) pada pertandingan terakhir Turnamen Persahabatan HUT ke-81 Persebaya Surabaya di Stadion 10 November Tambaksari Surabaya, Minggu (22/6). Dalam pertandingan tersebut, Persebaya harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 61, setelah Bejo Sugiantoro diusir wasit.

Manajer Persib, H. Jaja Sutarja mengaku sangat puas dengan permainan yang diperagakan Persib dalam pertandingan ini. "Terus terang, inilah permainan terbaik yang ditunjukkan Persib selama di Surabaya. Tapi saya lagi-lagi harus kecewa dengan hasil pertandingan. Karena banyak peluang yang tidak menjadi gol, kita gagal menang lagi ketika permainan justru bagus," kata Jaja.

Rasa puas atas permainan anak asuhnya juga diungkapkan pelatih Jaya Hartono. "Permainan kita sangat bagus. Begitu juga dengan Persebaya. Karena keduanya tampil dengan performa terbaiknya, pertandingan menjadi berlangsung menarik," kata Jaya.

Hanya saja, kata Jaya, pertandingan dirusak kepemimpinan wasit Suwantoro dari Mojokerto yang dinilainya kurang jeli dan fair.

"Kedua tim sudah bermain fair. Tapi, sikap fair itu belum ditunjukkan wasit. Penalti yang diberikan kepada kita itu tidak harus, karena dari sudut pandang kita, itu (gerakan Javier Roca, red), jelas kelihatan sebuah diving," katanya.

Kendati demikian, Jaya tetap mengambil hikmah dari semua kejadian yang terjadi selama bertanding di Surabaya. "Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari turnamen ini untuk selanjutnya dievaluasi," katanya.

Dari kubu Persebaya, pelatih Freddy Mulli setuju kalau permainan kedua tim berlangsung menarik. Hanya saja, diusirnya Bejo Sugiantoro membuat Persebaya harus menyusun kembali kekuatannya untuk mengimbangi permainan Persib. "Saya juga melihat, Persib bermain sangat bagus," katanya.

Di babak pertama, Persib langsung mempunyai peluang melalui Hilton Moerira pada menit 11. Namun tendangan mantan pemain Deltras Sidoarjo tersebut masih melambung di atas mistar gawang Kurnia Sandy. Semenit berselang, tendangan Hilton memanfaatkan sepak pojong, tepat berada dalam pelukan Kurnia Sandy.

Persebaya mempunyai peluang melalui Javier Roca di menit 27. Namun tendangannya masih melebar di kanan gawang kiper Persib, Tema Mursadat.

Memasuki babak pertama berakhir, ruan rumah Persebaya Surabaya mendapatkan hadiah penalti setelah Javier Roca dilanggar Waluyo di kotak terlarang. Meski diprotes pemain Persib karena Roca dinilai melakukan diving, wasit tetap pada pendiriannya. Roca yang menjadi algojo sukses menceploskan bola dan membawa Persebaya unggul 1-0 yang bertahan hingga jeda.

Wasit usir Bejo

Di babak kedua, para pemain Persib lebih banyak mendominasi permainan. Terbukti dengan lahirnya beberapa peluang yang diciptakan, namun masih belum bisa menyamakan kedudukan.

Di menit 61, tuan rumah Persebaya harus bermain dengan 10 pemain setelah Bejo Sugiantoro diganjar kartu kuning kedua. Kapten Persebaya tersebut, diusir wasit karena sengaja menahan bola dengan tangan saat beradu cepat dengan Hiltom Moreira.

Lorenzo Cabanas yang menjadi algojo tendangan bebas mampu memanfaatkan peluang menjadi gol. Tendangan keras kaki kiri Loco --sapaan akrab Lorenzo Cabanas-- tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang Persebaya Surabaya, Kurnia Sandy.

Unggul jumlah pemain, membuat Jaya Hartono memainkan Airlangga Sucipto menggantikan Suwita Pata untuk menambah daya serang Persib Bandung. Masuknya Airlangga membuat serangan Perib lebih bervariasi.

Persib Bandung berpeluang menambah gol setelah terjadi kemelut di depan gawang Kurnia Sandy. Tendangan Lorenzo Cabanas di depan gawang masih bisa dihalau mantan kiper Arema Malang tersebut. Begitu pula tendangan keras Alves Bastos memnfaatkan bola rebound masih bisa ditahan Mat Halil.

Semenit kemudian, giliran Nova Arianto berpeluang menambah keunggulan Persib Bandung. Sundulan mantan pemain Persebaya Surabaya yang memanfaatkan sepak pojok Cabanas masih diselamatkan tiang gawang Persebaya Surabaya.

Menit ke-83, Atep masuk menggantikan Salim Alaydrus untuk mempertajam lini tengah Persib. Lorenzo Cabanas kembali membahayakan gawang Persebaya melalui tendangan kerasnya, namun masih bisa dihalau Mat Halil yang berada tepat di depan gawang. Skor imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan babak kedua berakhir.

Hasil imbang ini, menempatkan tim kebanggan Kota Bandung di posisi ketiga dengan raihan nilai 4, hasil sekali menang, sekali kalah, dan sekali seri. Juara Turnamen Persahabatan ini diraih tuan rumah Persebaya dengan nilai 7, sedangkan juara kedua ditempati Persiwa Wamena dengan nilai 6.

Source: http://www.klik-galamedia.com/

Jumat, 20 Juni 2008

SEJARAH PERSIB BANDUNG


Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond ( BIVB ) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung ( PSIB ) dan National Voetball Bond ( NVB ).

Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Di Bandung pun saat itu pun sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan dipinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.

Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.Klub- klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta.

Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta. Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya.
Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953- 1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah secretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangunkan Sekretariat Persib di Cilentah.

Awal Persib memiliki gedung yang kini berada di Jalan Gurame, adalah upaya R. Soendoro, seorang overste replubiken yang baru keluar dari LP Kebonwaru pada tahun 1949. Pada waktu itu, melalui kepengurusan yang dipimpinnya, Soendoro menghadap kepada R. Enoch yang kebetulan kawan baiknya. Dari hasil pembicaraan, Walikota mendukung dan memberikan sebidang tanah di Jalan Gurame sekarang ini.

Pada saat itu, karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, Persib tidak memiliki dana untuk membangun gedung, Soendoro kembali menemui Walikota dan menyatakan, “ Taneuh puguh deui, tapi rapat ditiungan ku langit biru,” kata Soendoro.
Akhirnya Enoch juga membantu membangun gedung yang kemudian mengalami dua kali renovasi. Kiprah Soendoro sendiri didunia sepak bola diteruskan putranya, antara lain, Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, Risnandar, dan Giantoro serta cucunya Hari Susanto.

Dalam menjalankan roda organisasi beberapa nama yang juga berperan dalam berputarnya roda organisasi Persib adalah Mang Andun dan Mang Andi. Kedua kakak beradik ini adalah orang lapangan Persib. Tugas keduanya, sekarang ini dilanjutkan oleh putra dan menantunya, Endang dan Ayi sejak 90-an. Selain juga staf administrasi Turahman.

Renovasi pertama dilakukan pada kepemimpinan Kol. CPM Adella ( 1953- 1963 ). Kini sekretariat Persib di Jalan Gurame itu sudah cukup representatif, apalagi setelah Ketua Umum H. Wahyu Hamijaya ( 1994- 1998 ) merenovasi gedung tersebut sehingga menjadi kantor yang memadai untuk mewadahi berbagai kegiatan kesekretariatan Persib.

Kemampuan Persib menjaga nilai- nilai dan tradisinya serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentu tidak lepas dari figur Ketua Umum bukan hanya figur yang berkemampuan mengelola organisasi dalam artian agar organisasi itu terus hidup, melainkan juga figur yang mampu menggali potensi dan mengakomodasikan kekuatan yang ada, sehingga kiprah Persib dalam kancah sepakbola nasional terus berlangsung lewat berbagai karya Persib.

source : http://www.persib-bandung.or.id

Squad PERSIB 2008

Persib Bandung





Nama lengkap
: Persatuan Sepakbola
Indonesia Bandung
Julukan : Pangeran Biru, Maung
Bandung
Didirikan : 1933
Alamat Stadion : Siliwangi, Bandung,
Indonesia
Ketua Umum : Dada Rosada
Sekretaris : Yudiana
Bendahara :
Manajer : H.Jaja Sutarja
Pelatih : Jaya Hartono
Asisten Pelatih
: Robby Darwis, Djadjang
Nurjaman, Anwar Sanusi,
Yusuf Bachtiar
Dokter Tim : Dr.H.Ia Kurnia




Tahun Kejuaraan & Prestasi
1994/1995 : Juara Liga Indonesia
1995/1996 : 12 Besar Liga Indonesia
1996/1997 : 8 Besar Liga Indonesia
1997/1998 : Liga Indonesia Dihentikan
1998/1999 : Peringkat III Liga Indonesia (Tiga Wilayah Sub Grup)
1999/2000 : Peringkat 8 Wilayah Barat Liga Indonesia
2001 : 8 Besar Liga Indonesia
2002 : Peringkat 9 Wilayah Barat Liga Indonesia
2003 : Juara Grup Playoff Liga Indonesia (Lolos Degradasi)
2004 : Peringkat 6 Liga Indonesia
2005 : Peringkat 5 Wilayah Barat Liga Indonesia
2006 : Peringkat 12 Wilayah Barat Liga Indonesia


Formasi / Squad

No. Posisi Kebangsaan Nama
27 DF Indonesia Chandra Yusuf
2 DF Indonesia Edi Hafid Murtado
12 DF Indonesia Gilang Angga Kusuma
17 DF Indonesia Harri Salisburi
3 DF Indonesia Irwan Wijasmara
5 DF Indonesia Maman Abdurahman
30 DF Indonesia Nova Arianto
14 DF Kamerun Nyeck Nyobe
21 DF Indonesia Waluyo
4 DF Indonesia Wildansyah
9 FW Indonesia Airlangga Sucipto
88 FW Indonesia Eka Ramdhani
10 FW Brasil Hilton Moreira
15 FW Indonesia Zaenal Arief
20 GK Indonesia Cecep Supriyatna
1 GK Indonesia Edi Kurnia
28 GK Indonesia Tubagus Tema Mursadat
7 MF Indonesia Atep
24 MF Indonesia Hariono
11 MF Paraguay Lorenzo Cabanaz
8 MF Indonesia Salim Alaydrus
22 MF Indonesia Siswanto
19 MF Indonesia Suwita Pata

Keterangan:
GK : Goal Keeper (Penjaga Gawang)
DF : Defender (Pemain Bertahan)
MF : Mid Fielder
FW : Striker

source : www.antvsports.com/